Pendingin Ruangan Sudah Berfungsi, Ini Tanggapan Mahasiswa


SEMARANG – Beberapa mahasiswa datang lebih awal dan langsung duduk di bawah Air Conditioner (AC) menunggu dimulainya mata kuliah Jurnalistik Cetak dan Online, Rabu, 16/10/2019 di ruangan I.6. Mereka sengaja datang lebih awal agar bisa duduk di dekat AC untuk mendapatkan udara sejuk (FOTO: Nur Ainun Latifah/1701026027).

Kamis, 17 Oktober 2019 – 09:35 WIB.

Sudah sekitar dua minggu   air conditioner (AC) yang ada di gedung perkuliahan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dapat digunakan. Hal tersebut diinformasikan oleh Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Muhammad Alfandi melalui grup WhatsApp “MPTD Kamis 16.10@I.2” pada Senin (23/9/2019) pukul 10.22 WIB, berikut ini:

Informasi : Kepada Yth, Bapak/Ibu Dosen FDK, mulai hari ini senin, 23 September 2019 AC di ruang kelas gedung I dan J sdah bsa digunakan, remote AC sdah kami distribusikan ke kelas…  Terima kasih…,” tulisnya di grup WhatsApp “MPTD Kamis 16.10@I.2.”

Hal tersebut disambut gembira oleh para mahasiswa meskipun banyak yang masih mengeluh. Pasalnya, menurut sebagian mahasiswa, pendingin ruangan yang sudah dapat digunakan belum berfungsi dengan baik.

Seperti yang diungkapkan mahasiswi semester tiga jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Elsa Amalia yang menyayangkan kelas masih terasa panas walau sudah ada AC.

“Contohnya di ruangan I.2., kalau siang ruangan itu panas banget. AC hidup, kipas hidup tapi tetap saja panas karena AC-nya hanya berfungsi satu unit,” Keluh Elsa.

Hal senada dikatakan mahasiswi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Indah Irmawati yang juga mengeluhkan fasilitas AC belum membantu kenyamanan belajar di kelas.

“Saya masih merasa kepanasan walau AC sudah menyala karena hanya satu unit, jadi buat belajar kadang enggak bisa konsentrasi,” ungkapnya saat di wawancarai Jumat (4/10/2019).

Baca Juga: Terbatas: Open Recruitment Jurnalis di SKM Amanat. Ayo Segera Daftarkan Dirimu!

Lain lagi dengan pernyataan mahasiswi jurusan Manajemen Dakwah  semester lima, Aida Nurmala, menurutnya AC sudah berfungsi baik. “Saya kuliah selalu dapat jam pagi, jadi AC hidup menambah hawa dingin, kadang malah bikin ngantuk,” ujar mahasiswi yang akrab disapa Aida itu.

Sementara Hamdan Ikhwan, mahasiswa jurusan KPI semester lima menyatakan, dengan adanya AC membuatnya semangat belajar dan menghadiri kuliah, “Saya selalu rajin datang ke kampus dan menimba ilmu di kelas semenjak ada AC. Walau ada AC saya tidak pernah mengantuk di kelas,” ujar Hamdan.  (KPI/UIN Walisongo/ Reporter: Nur Ainun Latifah/1701026027/Vina Ulkonita/1701026017/Editor: Anna Puji Lestari).

Menjaga TBRS Sebagai Taman Kota


SEMARANG – TBRS (Taman Budaya Radeb Saleh) sebagai pusat wisata budaya dan penghijauan kota. Selain sebagai pusat ilmu budaya, TBRS bisa dijadikan sebagai taman hijau di tengah panasnya kota Semarang, Minggu (06/10/2019) (FOTO: MIFTAKHUL RIZQI/ 1601026090).

Rabu, 16 Oktober 2019 – 11.00 WIB.

SEMARANG – Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) merupakan salah satu pusat kebudayaan di kota Semarang, selain sebagai sumber informasi TBRS juga bisa dikatakan sebagai taman kota.

Banyaknya pohon rindang di sekitar area TBRS yang mampu menyegarkan mata menjadi daya tarik tersendiri. Suasana di tengah kota penuh dengan hiruk pikuk dan polusi udara, taman kota adalah jawaban untuk menetralisir kepadatan dan polusi udara kota. Pemandangan hijau mampu menyegarkan mata sekaligus sebagai obyek wisata murah meriah.

Taman yang terletak di Jl. Sriwijaya No. 29, Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang ini selalu ramai pengunjung,. Banyak pengunjung menyampatkan datang ke TBRS untuk menghibur diri dengan menikmati pementasan yang ada. Tak sedikit pula yang memang datang untung rehat dari rutinitas sehari-hari dengan menikmati pemandangan hijau.

Baca Juga: Bahaya! Sampah di Tempat Wisata Meresahkan Wisatawan, Sebabkan Polusi Udara. Begini Ceritanya…

Salah satu pengunjung, Khoirun Nadif (27) mengatakan, TBRS adalah tempat wisata yang mengedukasi dan juga murah meriah. “Saya sering ke sini, sekadar menikmati alunan gamelan dan menikmati suasana alam yang ada. Seharusnya kita sebagai pemuda harus bangga dengan budaya yang kita miliki. Apalagi tempat ini sangat mengedukasi dan sangat peduli pada lingkungan,” tuturnya.

Keberadaan taman kota sangat penting. Pasalnya, taman kota merupakan paru-paru kota. Sebagai anggota masyarakat, seharusnya kita peduli dengan kelestarian taman kota dan penghijaun lingkungan sekitar.

Kontribusi yang bisa dilakukan misalnya melakukan perbaikan lingkungan dan penghijauan. Selain itu, budayakan untuk tidak membuang sampah sembarangan, dengan cara tersebut kita bisa berkontribusi dengan tidak merusak apa yang sudah ada. Mari menjaga apa yang sudah kita miliki, hal yang yang paling sulit bukanlah membuat, akan tetapi merawat atau menjaga yang telah ada dengan baik. (KPI/UIN/ Walisongo/Reporter: Miftakhul Rizqi/ 1601026090/ Fariha Hudiya Firdaus/ 1601026091/ Eva Fauziah/ 1601026106/ Zumaroh Tur Rizkia/ 1601026124/Editor: Anna Puji Lestari).

Intip Adu Gesit Peslalom Indonesia di Semarang


SEMARANG – Penampilan Adrian Septianto saat melakukan E brake switching pada final heat kelas A event Kejurnas MLDSpot Auto Gymkhana putaran kelima di Sirkuit PRPP Semarang. (FOTO: Ahdi Fauzul J./1701026143).

Rabu, 16 Oktober 2019 – 10:50 WIB.

SEMARANGMLDSPOT Auto Gymkhana membuka peluang bagi pecinta automotif tanah air. MLDSPOT Auto Gymkhana merupakan turnamen slalom yang diadakan setiap tahunnya oleh Genta Autosport dan MLDSPOT, untuk memberikan kesempatan pada peslalom lokal berkompetisi dengan peslalom nasional.

Slalom sendiri merupakan kegiatan adu kecepatan melewati lintasan yang diatur dengan menggunakan cone berwarna merah dan hijau juga berpatokan dengan waktu. Dalam Gymkhana ini, pembalap dituntut untuk menghafal sirkuit dan rintangannya dengan cepat, dan menyelesaikan dengan waktu sesingkat-singkatnya.

Mengendarai dengan teknik slalom berbeda dengan teknik drift. Pebalap di slalom harus lebih sedikit atau meminimalisir ngepot, sedangkan pembalap drifting dituntut melakukan open, wide open, full angle, dan ini adalah dua hal yang sangat berbeda.

Semarang Menjadi Tuan Rumah Putaran ke-5

Pada tahun 2019 ini, sebanyak 7 putaran telah diadakan di berbagai kota di Indonesia.Diikuti oleh seluruh peslalom terbaik tanah air. Pada putaran ke-5 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) MLDSPOT Auto Gymkhana berlangsung di Kota Semarang, tepatnya di sirkuit PRPP Tawang Mas Semarang, Sabtu (5/10/2019) malam. Persaingan ketat terjadi di kelas-kelas bergengsi seperti kelas A dan kelas F (modifikasi).

Baca Juga: Sepak Terjang Tim Basket UIN Walisongo

Khusus di Semarang tidak hanya diadakan Kejurnas saja,  MLDSPOT Instaclass Auto Gymkhana 2019 juga membuka peluang bagi peminat balap menjadi peslalom dan mendapatkan kesempatan untuk merasakan bagaimana sirkuit Gymkhana yang sesungguhnya.

Salah satu penonton asli Semarang mengaku senang bisa menyaksikan kejurnas slalom ini, “senang bisa menyaksikan Kejurnas slalom secara langsung, dan ini pertama kali saya menyaksikannya,” ucapnya.

TTI Kuasai Kejurnas Auto Gymkhana

Pada putaran ke-5 ini, Toyota Team Indonesia (TTI) sukses menguasai Kejuaran Nasional MLDSPOT Auto Gymkhana kelas F modifikasi. Di kelas ini TTI tampil di podium utama atas nama Adrianza Yunial dengan catatan waktu terbaiknya 42,783 detik dan diperingkat kedua disusul oleh Anjasara Wahyu dengan 43,139 detik. Berdasarkan hasil kejuaraan tersebut, pebalap TTI Anjasara Wahyu memperoleh 115 poin, pebalap Adrianza Yunial 101 poin. Berdasarkan perolehan poin tersebut, keduanya masih menguasai klasemen sementara kelas F Modifikasi.

Tak hanya itu, TTI juga mengadakan coaching clinic guna mencari peslalom muda yang berbakat lewat instaclass yang diadakan di tiga kota di Indonesia, yaitu Bekasi, Semarang dan Bandung.

Hasil Akhir MLDSPOT Auto Gymkhana

Adrian Septianto, peslalom asal Purwokerto dibawah naungan Haji Tjandra Racing Team (HJRT) akhirnya keluar sebagai yang tercepat difinal heat kelas A dengan catatan waktu 45,094 detik pada Kejurnas slalom putaran ke-5 di Semarang ini. Kejurnas MLDSPOT Auto Gymkhana tidak berhenti sampai di sini saja, turnamen tersebut masih berlanjut di kota Bekasi dan Tasikmalaya. (KPI/UIN Walisongo/Reporter: Yulina/1701026158/ Lintang Angguningtyas/1701026157/Rohmatin Widayati/1701026154/ Ahdi Fauzul J/1701026143/Editor: Anna Puji Lestari).

Pecah!! Pagelaran Seni Budaya di Taman Indonesia Kaya


SEMARANG – Sejumlah pengunjung menikmati pagelaran Seni dan Budaya di Taman Indonesia Kaya yang diselenggarakan oleh Universitas Semarang (USM). Pada acara tersebut menampilkan Semar Cakep yang merupakan salah satu komunitas yang peduli terhadap anak pinggiran, anak kurang beruntung, maupun anak-anak yang menyandang status disabilitas. (FOTO: Febi Nurun Nabila/1701026141).

Rabu, 16 Oktober 2019 – 10:50 WIB.

SEMARANG – Pagelaran seni budaya di Taman Indonesia Kaya yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) berhasil membuat Taman Indonesia Kaya “pecah” pada malam itu. Acara ini berlangsung dari pukul 18.00 WIB – 21.30 WIB, menampilkan kelestarian lokal budaya Indonesia, seperti tari-tarian budaya yang dibawakan oleh UKM tari dari USM, Sapta Gita Jaya USM, UKM Musik USM, serta Band dari SMA Kesatrian 1 Semarang dengan mengusung tema musik etnis Jawa.

Membantu Anak Disabilitas

Inti dari acara pagelaran seni budaya tersebut adalah penampilan teater drama musikal oleh Semar Cakep. Semar Cakep merupakan salah satu komunitas di Semarang yang peduli terhadap anak pinggiran, anak kurang beruntung, maupun anak-anak yang menyandang status disabilitas.

Febrian, salah satu pengunjung dari pagelaran seni budaya mengatakan, “pagelaran ini membantu anak-anak yang menyandang disabilitas untuk semangat berkarya, tidak merasa bahwa dirinya berbeda,dan memberikan motivasi kepada mereka bahwa kita semua mempunyai hak yang sama,” ujar mahasiswa USM tersebut.

Baca Juga: Keramaian Pasar “Krempyeng” di Kota Wali Dongkrak Ekonomi

Dengan terselenggaranya pagelaran ini, Rektor Universitas Semarang, Andi Kridasusila S.E., M.M. mengharapkan pagelaran budaya semacam ini menginspirasi pihak lain untuk menyelenggarakan, tidak hanya USM saja. (KPI UIN Walisongo/Reporter: Febi Nurun Nabila/1701026141/Fuadila Al Humaira/1701026144/Arum Aminatun Nasichah/1701026147/Ayu Novia Syifa Alifa/1701026149/Editor: Anna Puji Lestari).

Keren!! Ponpes Daarun Najaah Ajarkan Santri Membuat Sabun


SEMARANG – Santri Life Skill Daarun Najaaah berfoto bersama dengan Muhammad Izzudin M.T (bediri di tengah, kopiah merah), Owner I – Fresh dan Green Fresh, sebuah merek dagang sabun cair, usai pelatihan pembuatan sabun di Aula At – Taqiy Pesantren Life Skill Daarun Najaah Semarang, Minggu (6/10/2019). (FOTO : Hamdan Ikhwan/1701026146).

Rabu, 16 Oktober 2019 – 10: 35 WIB .

SEMARANG – Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah menggelar pelatihan pembuatan sabun cair di aula Attaqiy Pesantren Life Skill Daarun Najaah, terletak di Jalan Bukit Beringin Lestari Barat, Wonosari, Ngaliyan, Semarang, Minggu (6/10/2019).

Pelatihan tersebut mendatangkan trainer Muhammad Izzudin, M.T yang merupakan owner sabun cair  I-Fresh dan Green Fresh. Sebanyak 160 santri putra dan putri sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu cinta tanah air versi Arab berjudul Syubbanul Wathon, dan mars Life Skill, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pengasuh Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag.

Dalam sambutannya, Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.Ag menyampaikan banyak terima kasih kepada trainer yang telah berkenan hadir memberikan pelatihan pembuatan sabun cair bagi para santri.

“Tujuan diadakan pelatihan ini dalam rangka mengembangkan skill dan minat wirausaha di kalangan santri dan santriwati, sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi para santri,” kata Kiai Izzuddin, demikian sapaan akrab pengasuh Pesantren Life Skill Daarun Najaah.

Kiai Izzuddin tidak henti-hentinya memberikan semangat dan motivasi  untuk berwirausaha kepada para santri. Usai sambutan pengasuh pesantren, dilanjutkan sesi pemaparan dari Muhammad Izzudin M.T tentang cara membuat sabun cair untuk mencuci piring, mencuci pakaian, dan mencuci tangan beserta semua bahan-bahan yang dibutuhkan

“Sabun itu merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat. Setiap hari pasti digunakan baik itu mencuci baju atau cuci piring. Jadi mau tidak mau  orang-orang pasti akan membeli sabun,” kata Muhammad Izzudin.

Dia juga menjelaskan, biasanya memberikan pelatihan secara online maupun offline dengan berbayar. Akan tetapi, pada kesempatan kali ini, dia memberikan pelatihan bagi para santri secara gratis.

Baca Juga: Tabligh Akbar Bersama Habib Umar bin Hafidz

“Biasanya kalau pelatihan secara online cuma kirim resep pembuatan sabun lewat WhatsApp dan mereka tanya-tanya  setelah membuat sabun sendiri dengan mengirim gambar atau video ke saya  apa udah benar atau tidak cara buatnya, dan pelangganya bukan hanya wilayah pulau Jawa saja. Akan tetapi, ada juga yang berasal dari luar pulau Jawa seperti Lampung dan Makassar,” ungkap Muhammad Izzudin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, usaha  pembuatan sabun sangat prospektif dijadikan bisnis karena bisa menghasilkan sabun yang berkualitas dengan harga yang lebih murah. “Pada dasarnya bahan utama yang digunakan dalam pembuatan sabun cair sama semua, yaitu texapon, NaCl, foam boaster dan bahan dasar lainnya,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, santri dan santriwati melakukan demo pembuatan sabun cair  sebanyak 25 liter, mulai dari pencampuran bahan-bahan sampai pengadukan. Sabun cair ini dapat bertahan hingga lima tahun, sehingga tidak perlu khawatir masa kadaluarsanya. ( KPI/UIN Walisongo/Reporter: Hamdan Ikhwan/1701026146/Hamid Yusron/1701026163/Editor: Anna Puji Lestari).

Tabligh Akbar Bersama Habib Umar bin Hafidz


SEMARANG – Ribuan jamaah mengikuti tabligh akbar bertajuk ”Dengan Cinta Nabi Muhammad SAW bersama Merajut Ukhuwah Demi Tegaknya NKRI”di Lapangan Simpang Lima Semarang, Rabu (25/9/2019). ( Foto : Hamid Yusron/1701026163).

Rabu, 16 Oktober 2019 – 10.20 WIB

SEMARANG– Warga di Kota Semarang patut berbangga diri atas kedatangan Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz di Indonesia. Pasalnya, beliau merupakan pewaris akhlak nabi Muhammad SAW.

Hal tersebut disampaikan Habib Hasan Ali yang juga memberikan tausiyah di tabligh akbar di lapangan Simpang Lima Semarang, Rabu (25/9/2019) malam. Tabligh akbar tersebut dihadiri pula oleh para habib, seperti Habib Syekh Asegaf, Habib Umar, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maemoen Zubaer, serta Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Tabligh akbar tersebut bertajuk ”Dengan Cinta Nabi Muhammad SAW Bersama Merajut Ukhuwah Demi Tegaknya NKRI”. Malam itu, ribuan jamaah memenuhi seluruh lapangan Simpang Lima hingga di sepanjang jalan lingkaran Simpang Lima Semarang.

Habib Hasan Ali yang turut hadir dalam acara tersebut menghimbau jamaah untuk menyimak tausiah yang akan diberikan Habib Umar bin Hafidz, ”Ambil apa yang dikatakan Habib Umar bin Hafidz dalam segi akhlak yang luhur. Karena akhlak sesuatu yang indah untuk diambil. Dengan meneladani akhlak nabi maka dapat dekat dengan Allah.”

Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz, dalam tausiyahnya mengatakan, seluruh kehidupan berjalan atas kehendak Allah SWT. Manusia tidak dapat menandingi kekuasaan Allah SWT. Misalnya saja, Allah SWT memberikan oksigen kepada seluruh makhluk hidup. “Apakah manusia dapat menggantikan oksigen yang diberikan Allah. Apakah pemerintah, pengusaha, menteri bisa menggantikannya. Semua organ tubuh yang membutuhkan oksigen patut disyukuri,” Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz menjelaskan. (KPI UIN Walisongo/ Reporter: Hamdan Ikhwan/1701026146/Hamid Yusron/1701026163/Editor: Anna Puji Lestari).

Malam Inagurasi, Nebulska Paling Ditunggu!

SEMARANG – Malam Inagurasi 2019 yang diselenggarakan Dema FITK setiap tahunnya dalam rangka penyambutan mahasiswa baru di halaman samping Dekanat FITK Senin (30/9/19). (FOTO: Muhammad Lutfi Indradi/1501026091).

Rabu, 09 Oktober 2019 – 09.20 WIB

SEMARANG– Malam inagurasi 2019 yang terselenggara pada tanggal 30 September 2019 berlangsung luar biasa. Acara tersebut diisi penampilan dari band-band komunitas.

Acara yang diselenggarakan oleh Dema Fakultas Tarbiyah dan Keguruan tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa fakultas tersebut melainkan untuk masyarakat umum.

Malam Inagurasi 2019 yang diselenggarakan di halaman samping Dekanat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan menghadirkan beberapa komunitas musik, di antaranya Nebulska, Red Ververt, dan KPT Beta.

Inikan buat umum, jadi ya saya datang dan kebetulan ada Nebuska, soalnya kalau mereka main saya sering nonton sama temen-temen sekalian joget bareng sama mereka (Nebulska) daripada gabut di kos hehe,” ujar Ulinnuha selaku mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum.

Dalam acara tersebut terlihat euforia penonton yang hadir, para penonton ikut berjoget saat Nebulska tampil membawakan lagu. hal ini menunjukkan betapa antusias penonton menunggu penampilan dari Nebulska yang selalu menampilkan performa terbaik.

“Kalau saya pribadi sangat-sangat berterima kasih kepada mereka dengan senang hati datang untuk melihat kami (Nebulska) dan memberi support untuk kami (Nebulska). Karena mereka kita menjadi punya pemicu untuk memberi penampilan yang lebih baik lagi kedepannya,” ujar Arif selaku vokalis Nebulska. (KPI/UIN Walisongo/Reporter: Annisaul Mufidah/1501026008/Muhammad Lutfi Indradi/1501026091/ Editor: Anna Puji Lestari).

Keramaian Pasar “Krempyeng” di Kota Wali Dongkrak Ekonomi

DEMAK – Pasar Kremyeng terletak di Demak, ramai dikunjungi warga. Berbagai kebutuhan rumah tangga dan mainan anak-anak tersedia sebagi bentuk kegiatan perdagangan dan silaturahmi antarwarga (FOTO: Tim Seni dan Budaya).

Rabu, 09 Oktober 2019 – 09.10 WIB

DEMAK – Pasar yang ada di jalan Bhayangkara setiap minggu jam 05.00-10.00 pagi, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat. Pasar yang dipenuhi kurang lebih 50 lapak pedagang menjual berbagai macam rupa makanan, sayuran, pakaian dan pernak-pernik. Tidak hanya itu, pasar krempyeng juga menyediakan berbagai macam wahana permainan anak, dari mandi bola, odong-odong, dan istana boneka.

Krempyeng Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Pasar telah ada sejak tahun 2015 ini dimaksudkan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat yang mempunyai usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Daripada di rumah tidak ada penghasilan,mending saya jualan,kan lumayan dapat untung, buat menambah kebutuhan keluarga,” ujar Yati, salah satu pedagang di pasar Krempyeng.

Pasar Krempyeng akan terus digelar sebagai bentuk pertemuan antara warga Demak, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar sesama warga desa setempat. (KPI UIN Walisongo/Reporter: Febi Nurun Nabila/1701026141/Fuadila Al Humaira/1701026144/Arum Aminatun Nasichah/1701026147/Ayu Novia Syifa Alifa/1701026149/ Editor: Anna Puji Lestari).

Sepak Terjang Tim Basket UIN Walisongo

SEMARANG – Anggota Tim Basket Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, sedang melakukan pemanasan sebelum melakukan latihan rutin pada Senin (30/9/2019), pukul 20.00 WIB, di Lapangan Ngaliyan. Para pemain sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti pertandingan Regional Jateng-DIY. Meski dilakukan di tengah keterbatasan, mereka tetap semangat untuk merebut juara pada turnamen akhir tahun nanti. (FOTO:  Ahdi Fauzul J./1701026143).

Rabu, 09 Oktober 2019 – 09.10 WIB

SEMARANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Walisongo Sport Club (WSC) yang bergerak di bidang keolahragaan sudah mampu memperkaya cabang olahraga untuk diikuti oleh mahasiswa. Salah satunya divisi basket. Divisi ini lahir dari sekumpulan mahasiswa yang hobi bermain basket, mereka berkumpul dan menyalurkan hobi.

Membangun Komunitas, Tak Semudah Mendrible Bola

Bagi sejumlah universitas, mungkin basket adalah olahraga yang banyak diminati dan mendapat perhatian. Namun, tidak untuk UIN Walisongo. Pada awal sepak terjangnya, tim ini tidak mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan guna mendukung kegiatan latihan, seperti ring dan lapangan.

Oleh karena itu, mereka harus mencari lapangan terdekat kampus selama setahun sambil mengumpulkan anggota dan membuat grup, dan terbentuklah komunitas basket pada tahun 2017. Demikian sejarah tim tersebut sebagaimana dituturkan Nanda, sang pelatih mengenai lika-liku komunitas basket yang tak mudah hingga dapat tergabung dalam UKM.

Buktikan Kemampuan, Langsung Menang Tanding Perdana

Tidak banyak yang tahu, terdapat divisi basket di UIN Walisongo Semarang. Keberadaan mereka tidak mudah ditemukan  dan hampir tidak terlihat. Setelah berhasil membuat komunitas,  kekosongan pelatih menimbulkan perdebatan yang membuat sebagian anggota meninggalkan komunitas. Akhirnya, mereka memutuskan untuk merekrut pelatih.

Dana diperoleh dari uang kas iuran masing-masing anggota untuk membayar pelatih yang berlisensi dan berpengalaman untuk membuktikan keseriusan mereka dalam membangun komunitas basket. Bertemulah mereka dengan coach Garry, mantan pemain basket timnas yang kini menjadi pelatih.

Tidak hanya itu, mereka juga membuktikan kemampuan mereka saat berlaga di pertandingan basket antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jateng-DIY. Mereka berhasil menyabet juara 2. Dikarenakan prestasi tim tersebut, sebulan kemudian, mereka resmi dianungi oleh UKM WSC UIN Walisongo, Semarang. Setelah sebelumnya mengalami penolakan dari ketua umum UKM tersebut.

Berkembang di Tengah Keterbatasan

Setelah bergabung di UKM WSC, tidak membuat mereka bisa menikmati fasilitas yang dibutuhkan. Lapangan dan ring yang menjadi kebutuhan pokok olahraga basket, belum juga difasilitasi kampus. Harga ring yang tidak murah, berkisar hingga Rp150 juta membuat mereka membutuhkan sponsor untuk memenuhi kebutuhan divisi basket.

Namun sayangnya, sponsor yang datang justru ditolak oleh pihak kampus sendiri. Hal tersebut dikarenakan ada prosedur yang harus ditaati dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) universitas. Tak patah arah, mereka mengajukan proposal untuk membuat lapangan multifungsi yang mampu digunakan untuk semua jenis olahraga, sebagaimana penuturan Nanda, “Di depan FISIP nanti, Mbak, tahun depan dibangun. Ya, walaupun proposal yang diajukan hanya cair setengah.”

Aktivitas, Pertandingan, dan Harapan

Kini, divisi basket mengalami peningkatan jumlah anggota, setelah mereka melakukan perekrutan melalui brosur. Mereka juga rutin melakukan latihan di beberapa lapangan dekat kampus, seperti lapangan Ngaliyan, Graha Padma dan BSB setiap hari Senin, Selasa, Rabu dan Jumat pukul 20.00 WIB hingga selesai.

Target mereka saat ini adalah memenangkan pertandingan regional Jateng-DIY dan Jawa-Madura, serta mengikuti pertandingan Nasional akhir tahun nanti. Nanda menyampaikan pesan dan harapannya untuk kemajuan divisi basket. Ia berharap, kampus tidak hanya mementingkan pendidikan akademik saja, tetapi juga menargetkan prestasi non akademik, khususnya bidang olahraga.

Pasalnya, banyak mahasiswa juga mempunyai kemampuan mumpuni apabila dibina dengan baik. Nanda juga menyampaikan pesan untuk birokrasi kampus, “Jangan mengharapkan prestasi apabila tidak mampu memfasilitasi.” (KPI/UIN Walisongo/Yulina/1701026158/Lintang Angguningtyas/1701026157/ Rohmatin Widayati/1701026154/ Ahdi Fauzul J./1701026143/Editor: Anna Puji Lestari).

Bahaya! Sampah di Tempat Wisata Meresahkan Wisatawan, Sebabkan Polusi Udara. Begini Ceritanya…


SEMARANG – Tumpukkam sampah dari salah satu tempat wisata di Limbangan dikelola dengan cara dibakar. Sehingga mengeluarkan bau tidak sedap dan justru menimbulkan polusi udara, Minggu (22/09/2019). (FOTO: EVA FAUZIAH/1601026106).

Rabu, 09 Oktober 2019 – 09.00 WIB

SEMARANG – Banyak sekali tempat wisata di Semarang yang populer. Apalagi saat hari libur atau akhir pekan tiba, banyak sekali wisatawan yang berasal dari semarang maupun luar kota datang berkunjung.

Banyak juga para pedagang yang berjualan di sepanjang area wisata, semisal berdagang cinderamata, baju, jajanan, dan juga makanan kuliner khas daerah. Namun, apa jadinya jika sampah-sampah yang berasal dari para wisatawan dan para pedagang tidak di kelola dengan baik.

Salah satu tempat wisata di semarang, yaikni obyek wisata curug di Lembang, terdapat tumpukan sampah yang menggunung. Timbunan sampah akhir-akhir ini dimusnahkan dengan cara dibakar. Letak tempat sampah tersebut tepat berada di sebelahr pintu masuk area wisata. Beberapa wisatawan resah dengan tumpukan sampah yang mengganggu tersebut. Namun, banyak pula yang tidak peduli (22/09/2019).

Salah seorang wisatawan bernama Sofiyan dari Temanggung misalnya, meresahkan penggelolaan sampah yang kurang baik, “Kenapa harus di pintu masuk gitu lho, Mbak. Mosok masuk-masuk udah di uguhin bau yang gak enak,” katanya

Salah satu petugas kebersihan di obyek wisata curug Lembang, Dodok, mengakan, “Biasanya ada, Mbak, truk yang ngurus sampah ini. Lha ini udah 3 hari belum diambil, udah bau ya saya bakar aja.”

Padahal, pengelola wisata tersebut selalu rutin membayar iuran sampah. Namun, sudah 3 hari sampah terlambat diambil. Sehingga sampah-sampah tersebut dibakar oleh petugas kebersihan. (Reporter: KPI/ UIN Walisongo/ Fariha Hudiya Firdaus 1601026091/Miftakhul Rizqi/1601026090/Eva Fauziah/1601026106/Zumaroh Tur Rizkia /1601026124/Editor: Anna Puji Lestari).

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai