
SEMARANG – Beberapa mahasiswa datang lebih awal dan langsung duduk di bawah Air Conditioner (AC) menunggu dimulainya mata kuliah Jurnalistik Cetak dan Online, Rabu, 16/10/2019 di ruangan I.6. Mereka sengaja datang lebih awal agar bisa duduk di dekat AC untuk mendapatkan udara sejuk (FOTO: Nur Ainun Latifah/1701026027).
Kamis, 17 Oktober 2019 – 09:35 WIB.
Sudah sekitar dua minggu air conditioner (AC) yang ada di gedung perkuliahan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dapat digunakan. Hal tersebut diinformasikan oleh Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Muhammad Alfandi melalui grup WhatsApp “MPTD Kamis 16.10@I.2” pada Senin (23/9/2019) pukul 10.22 WIB, berikut ini:
“Informasi : Kepada Yth, Bapak/Ibu Dosen FDK, mulai hari ini senin, 23 September 2019 AC di ruang kelas gedung I dan J sdah bsa digunakan, remote AC sdah kami distribusikan ke kelas… Terima kasih…,” tulisnya di grup WhatsApp “MPTD Kamis 16.10@I.2.”
Hal tersebut disambut gembira oleh para mahasiswa meskipun banyak yang masih mengeluh. Pasalnya, menurut sebagian mahasiswa, pendingin ruangan yang sudah dapat digunakan belum berfungsi dengan baik.
Seperti yang diungkapkan mahasiswi semester tiga jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Elsa Amalia yang menyayangkan kelas masih terasa panas walau sudah ada AC.
“Contohnya di ruangan I.2., kalau siang ruangan itu panas banget. AC hidup, kipas hidup tapi tetap saja panas karena AC-nya hanya berfungsi satu unit,” Keluh Elsa.
Hal senada dikatakan mahasiswi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Indah Irmawati yang juga mengeluhkan fasilitas AC belum membantu kenyamanan belajar di kelas.
“Saya masih merasa kepanasan walau AC sudah menyala karena hanya satu unit, jadi buat belajar kadang enggak bisa konsentrasi,” ungkapnya saat di wawancarai Jumat (4/10/2019).
Baca Juga: Terbatas: Open Recruitment Jurnalis di SKM Amanat. Ayo Segera Daftarkan Dirimu!
Lain lagi dengan pernyataan mahasiswi jurusan Manajemen Dakwah semester lima, Aida Nurmala, menurutnya AC sudah berfungsi baik. “Saya kuliah selalu dapat jam pagi, jadi AC hidup menambah hawa dingin, kadang malah bikin ngantuk,” ujar mahasiswi yang akrab disapa Aida itu.
Sementara Hamdan Ikhwan, mahasiswa jurusan KPI semester lima menyatakan, dengan adanya AC membuatnya semangat belajar dan menghadiri kuliah, “Saya selalu rajin datang ke kampus dan menimba ilmu di kelas semenjak ada AC. Walau ada AC saya tidak pernah mengantuk di kelas,” ujar Hamdan. (KPI/UIN Walisongo/ Reporter: Nur Ainun Latifah/1701026027/Vina Ulkonita/1701026017/Editor: Anna Puji Lestari).








