Terbatas: Open Recruitment Jurnalis di SKM Amanat. Ayo Segera Daftarkan Dirimu!


SEMARANG – Pamflet pendaftaran anggota baru Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat telah dipublikasikan. Bagi pendaftar terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya yang berstatus mahasiswa baru dan mahasiswa semester 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang (10/9/2019).

Rabu, 09 Oktober 2019 – 08.50 WIB

SEMARANG – Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat berada di bawah naungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, tahun ini kembali membuka pendaftaran bagi mahasiswa yang berminat menekuni bidang jurnalis. Pendaftaran telah dibuka sejak satu bulan lalu sampai Jumat (4/10/2019) dengan melakukan registrasi ke kantor redaksi SKM Amanat yang bertempat di Gedung UKM-U lantai 1 UIN Walisongo Semarang.

M. Shafril Hidayat, selaku ketua panitia menyampaikan, sosialisasi tentang SKM Amanat sudah dilakukan selama satu bulan. “Satu bulan itu dari mahasiswa baru masuk sampai sekarang yang tertulis sudah mencapai 300 pendaftar lebih,” katanya.

Mahasiwa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) tersebut mengungkapkan bahwa dari 300 pendaftar tersebut akan diseleksi kembali, “pendaftar yang mengumpulkan berkas hingga hari ini (Senin, 30/9/2019) baru sedikit,” ungkapnya.

Bagi mahasiswa yang ingin mendaftarkan diri, dapat segera memenuhi beberapa persyaratan yang telah tertulis pada poster. Poster pendaftaran bisa dilihat di papan penguman yang ada di Fakultas atau bisa akses melalui laman amanat.id.

Setelah beberapa persyaratan terpenuhi, selanjutnya pengumuman lolos seleksi berkas diumumkan Jumat sore. Pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi berkas, akan melakukan tes tertulis dan tes wawancara pada Sabtu-Minggu (5-6/10/2019). “Untuk tempat akan diumunkan bersama pengumunan lolos seleksi berkas,” lanjut M. Shafril Hidayat yang merupakan mahasiswa semester 5 tersebut.

M. Shafril mengharapkan pendaftar yang mengumpulkan berkas-berkar persyaratan semakin banyak, “semoga nanti pas waktu penutupan, sudah banyak yang daftar meskipun nanti ada seleksi lagi,” harapnya. (KPI/UIN Walisongo/Reporter: Vina Ulkonita/1701026017/Nur Ainun Latifah/1701026027/ Editor: Anna Puji Lestari).

Menikmati Alunan Angklung di Malioboro

YOGYAKARTA – Pertunjukan kesenian angklung ramai penonton. Pertunjukan biasanya diadakan oleh musisi jalanan setiap sore pukul 16.00 WIB di kawasan Malioboro, Yogyakarta. (Foto: KPI/ UIN Walisongo/Arum Aminatun Nasichah/1701026147).

Yogyakarta – Apabila berkunjung ke Yogyakarta, kurang puas rasanya jika belum menyaksikan pertunjukkan musik angklung yang dimainkan oleh musisi jalanan yang berada di kawasan Jalan Malioboro. Kesenian alat musik yang terdiri dari bass, gendang, mini drum, angklung, dan semacam kenong tersebut, digelar di trotoar Jalan Malioboro. Kesenian tersebut mampu menarik perhatian para wisatawan lokal maupun turis mancanegara. Terlihat saat pertunjukkan dimulai, banyak wisatawan yang memadati area pertunjukkan. Bahkan, ada juga wisatawan yang ikut bergoyang mengikuti irama lagu yang dimainkan.

Salah satu wisatawan mengaku menyempatkan diri menyaksikan musik angklung di Malioboro karena tertarik dengan musik yang enak didengar dan dapat bergoyang senada dengan irama.

 “Tadinya saya jalan-jalan sambil belanja buah tangan buat keluarga,tapi melihat seni angklung ini membuat saya tertarik dan ingin menyaksikannya, lagunya enak didengar, jogetannya pun pas dengan musiknya,” ujar salah satu wisatawan yang berasal dari Malang tersebut.

Angklung menjadi daya tarik khusus di sepanjang jalan Malioboro dari sore hingga malam hari. Biasanya lagu yang dimainkan umumnya lagu populer di masyarakat bergenre pop, dangdut, campursari, reggae, dan barat. Setiap selesai menampilkan satu lagu, ada anggota musisi yang bertugas membawa kotak kelilingi meminta uang partisipasi secara sukarela kepada para penonton.

Tidak mengherankan apabila Malioboro menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi wisatawan yang datang ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain menyajikan pertunjukan angklung, para wisatawan bisa berfoto di 0 Km yang menjadi ikon dari Malioboro. (KPI/UIN Walisongo/Febi Nurun Nabila/1701026141/Fuadila Al Humaira/1701026144/Arum Aminatun Nasicha/1701026147/Ayu Novia Syifa Alifa/1701026149/Editor: Anna Puji Lestari).

Polusi Udara Meresahkan Warga

SEMARANG – Kemacetan di Jalan Tlogosari Raya menimbulkan polusi udara. Banyaknya sepeda motor dan truk kecil menimbulkan polusi yang berasal dari knalpot kendaraan tersebut, Kamis (12/09). (Foto: KPI/UIN Walisongo/ZUMAROH TUR RISKIA/1601026124).

SEMARANG – Banyaknya kendaraan bermotor yang berjejer semenjak pukul 15.00 WIB tadi mengakibatkan kemacetan hingga sepanjang 2 Km, kemacetan ini diperparah dengan asap knalpot sebuah truk. Terlebih lagi, sepeda motor yang juga mengeluarkan asap knalpot hitam membuat resah pengendara lain. Salah satu pengendara, Sugiono (21) juga mengeluhkan asap knalpot ini, “Ya, Mbak, emang sih jalan ini sering macet, juga banyak kendaraan apalagi bus-bus atau truk yang ngeluarin asap hitam. Kalau udah keluar asapnya mata jadi pedih gitu, kadang pulang-pulang dada saya sesak, mungkin ya karena ini,” keluhnya.

Kemacetan tersebut semakin diperparah pada waktu-waktu pengendara pulang kerja yakni antara pukul 16.00 WIB  hingga pukul 17.30 WIB. Akibatnya, udara menjadi tercemar dan mengganggu jarak pandang dan pernafasan para pengguna jalan yang tinggal di area jalan Tlogosari, Kamis (19/19).

Oleh karena itu, dihimbau bagi para pengendara sepeda motor dan pejalan kaki untuk selalu menggunakan masker dalam perjalanan guna mencegah penyakit pernafasan, misalnya saja asma. Pasalnya, semakin banyak kendaraan bermotor, semakin banyak pula polusi yang ditimbulkan. (KPI/UIN/Walisongo/Reporter: Fariha Hudiya Firdaus/1601026091/Miftakhul Rizqi/1601026090/Eva Fauziah/1601026106)/ Zumaroh Tur Rizkia/1601026124/ Editor: Anna Puji Lestari).

CM Beri Wadah Generasi Muda Siap Membidik

SEMARANG – Anggota klub Cakra Manggala (CM) sedang melakukan scoring di lapangan Rusunawa UNDIP, Minggu (22/9). Mereka tetap semangat melakukan scoring tersebut tanpa menghiraukan teriknya matahari.  (FOTO: KPI/UIN Walisongo/Ahdi Fauzul J./1701026143).
 

SEMARANG Cakra Manggala Diponegoro Archery Club membuka peluang generasi muda lirik olahraga panahan. Kelompok yang resmi didirikan pada tahun 2016 ini, telah berhasil menarik minat generasi muda untuk bergabung. “Untuk klub ini umum, pendaftar itu, anggota dari orang-orang yang tertarik panahan, bahkan ada yang mulai dari TK,” tutur  Afa, ketua CM Diponegoro Archery Club.

CM Diponegoro Archery Club awalnya merupakan kegiatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Universitas lalu meluas menjadi klub umum karena banyak diminati masyarakat.

Kegiatan latihan hampir setiap hari diadakan, bahkan pada akhir pekan biasa diadakan bersamaan dengan kegiatan UKM. Mengetahui bahwa panahan merupakan olahraga yang bernilai tinggi, maka bukan hal yang aneh jika anggota harus membayar SPP bulanan untuk mengikuti klub ini. Fasilitas yang disediakan meiliputi bimbingan dari pelatih dan peminjaman alat.

Apabila ingin menjadi anggota klub ini cukup membayar biaya pendaftaran sebesar Rp175 ribu dan membayar SPP bulanan sebesar Rp100 ribu. Biaya yang dikeluarkan memiliki manfaat besar bagi anggotanya, sebagaimana diungkapkan oleh Fia, salah satu anggota CM Diponegoro Archery Club, “Saya bergabung sejak kelas 6. Motivasi mengikuti klub ini ya ingin berprestasi di bidang panahan.” Bahkan, Fia mengaku sering menjuarai lomba panahan.

Banyak yang belum mengetahui manfaat dari olahraga panahan, salah satunya mengendalikan hati, “Karena manah itu sendiri menurut bahasa jawa artinya hati,” tambah Afa saat ditemui disela kegiatan latihan CM Diponegoro di Lapangan Rusunawa UNDIP, Minggu (22/9). (KPI/UIN Walisongo/Reporter: Yulina/1701026158/Lintang Angguningtyas/1701026157/ Rohmatin Widayati/1701026154/ Ahdi Fauzul J./1701026143/ Editor: Anna Puji Lestari).

Daarun Najaah Gandeng PCNU Gelar Pelatihan Ilmu Falak

SEMARANG – Drs. K.H. Anasom M.Hum. menyerahkan jadwal waktu salat se-kota Semarang dan segitiga kiblat kepada perwakilan MWC Nahdlatul Ulama Kota Semarang dalam acara Pelatihan Ilmu Falak di Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Sabtu (21/9). ( Foto : KPI/UIN Walisongo/Hamdan Ikhwan/1701026146).

SEMARANG – Pesantren Life Skill Daarun Najaah bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang menggelar pelatihan dan praktik ilmu Falak dengan tema “Membumikan Ilmu Falak untuk Mengabdi Kepada Umat” di Mushalatorium At-Taqiy Pesantren Life Skill Daarun Najaah Semarang pada Sabtu (21/9).

             Para peserta berasal dari anggota Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kota Semarang. Acara yang berlangsung meriah tersebut juga dihadiri oleh para santri Pondok Pesantren se-Kota Semarang, para mahasiswa UIN Walisongo, dan para pegiat Ilmu Falak dari berbagai kalangan yang juga dihadiri oleh pimpinan PCNU Kota Semarang atau biasa disebut sebagai Rais Suriyah, K.H. Hanief Ismail dan Ketua Tanfidziah PCNU Kota Semarang, Drs KH Anasom M.Hum.

            Ilmu Falak merupakan pengetahuan mengenai keadaan (peredaran, perhitungan, dan sebagainya) bintang-bintang; ilmu perbintangan; astronomi.Kegiatan ini dibagi menjadi 4 sesi, sesi pertama disampaikan oleh Drs. H. Slamet Hambali, M.Si. tentang materi arah kiblat, sesi kedua disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Izzuddin M.Ag. tentang problematika awal bulan di Indonesia, sesi ketiga disampaikan oleh M. Shofa Mughtanim M.H.I. tentang hisab awal waktu salat, dan sesi terakhir disampaikan oleh Ahmad Fuad al-Anshary, M.H.I. tentang praktik penentuan arah kiblat. (KPI/UIN Walisongo/Reporter : Hamdan Ikhwan/1701026146/Editor: Anna Puji Lestari).

Karcis Parkir Berserakan Kotori Lingkungan

SEMARANG – Kertas karcis parkir para pengunjung SJC Plaza yang terletak di kawasan Johar berserakan di jalanan, Kamis (12/09). Kertas-kertas parkir yang berserakan tersebut mengganggu pemandangan dan mengotori lingkungan. (FOTO: KPI/UIN Walisongo/ Miftakhul Rizki (1601026090).

SEMARANG – Parkiran umum identik dengan banyaknya karcis parkir. Setiap pengguna kendaraan bermotor yang memarkirkan kendaraan pasti mendapatkan kertas parkir sebagai bukti sudah membayar parkir. Namun, banyak kertas parkir yang didapatkan dibuang begitu saja.

Seperti yang terjadi di area parkir SJC Plaza, Johar yang dulunya ditempati Matahari Mall. Di antara banyaknya sepeda motor yang terparkir rapi, di bawahnya terdapat banyak karcis parkir. Karcis-karcis tersebut berserakan hingga berterbangan terbawa oleh angin dan mengganggu pengendara sepeda motor yang lewat, Kamis (12/09).

Gak ada tempat sampah, Mbak, jauh gak mau pada bawa juga kertasnya. Makanya banyak yang buang langsung pas saya kasih,” kata Tejo, tukang parkir sepeda motor di kawasan SJC Plaza. Tidak adanya tempat sampah, menjadikan masyarakat yang parkir langsung membuangnya begitu saja.

Pengelola SJC Plaza diharapkan menyediakan beberapa tempat sampah untuk membuang karcis parkir. Apabila hal tersebut dilakukan akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Terlebih lagi, kawasan tersebut dekat dengan sungai Mberok yang rawan terjadi banjir dan rob. (KPI/UIN Walisongo/Reporter: Fariha Hudiya Firdaus/ 1601026091/Miftakhul Rizki/1601026090/Eva Fauziah/1601026106/Zumaroh Tur Riskiyah/1601026124/ Editor: Anna Puji Lestari).

Memasyarakatkan Lari di Semarang

SEMARANG – Anggota Semarang Runners (SR) melakukan kegiatan lari sebagai rutinitas mereka di Balaikota Semarang, Kamis (12/9). Malam itu, mereka semangat berlari sebagai kegiatan rutin sekaligus menyambut hari jadiklub SRyang ke-6 (FOTO: KPI/UIN Walisongo/Ahdi Fauzul J../1701026143).

SEMARANG – Komunitas lari Semarang (Semarang Runners) rayakan anniversary ke-6 tahun ini. Komunitas yang berdiri pada 11 September 2013 ini pada awalnya berasal dari aktivitas lari yang rutin dilakukan oleh founder SR, Imam, bersama kawan-kawannya. Seiring berjalannya waktu, banyak yang tertarik bergabung sehingga terbentuklah komunitas tersebut.  Komunitas tersebut memiliki visi untuk menjadi pionir lari dan memasyarakatkan lari di Semarang.

“Kami ada jadwal rutin, kalau Selasa di Grapari Telkomsel dan Kamis di Balai Kota, itu kegiatan rutinnya, kita mulai pukul 7 malam. Kemudian, biasanya kita adakan di hari Minggu, kita sebutnya Playon Minggu Esuk” kata Rio, salah satu anggota Semarang Runners saat ditemui dalam kegiatan tersebut, Kamis (12/9) lalu.

Komunitas ini banyak diikuti oleh mahasiswa dan para pekerja di Semarang, sehingga kegiatannya dilakukan di malam hari. Kegiatan dilakukan di malam hari agar para anggota yang bekerja bisa berpartisipasi dan tidak mengganggu jam kerja yang dilakukan di pagi hari.

Jarak tempuh lari minimal 5 sampai 8 kilometer, SR rutin diselenggarakan dan diikuti oleh para anggotanya. Teknik berlari dengan cara melawan arus lalu lintas atau contraflow sering kali digunakan oleh komunitas Semarang Runners guna melatih pelari untuk dapat berlari dengan nyaman, baik, aman dan benar.

Bahkan, Rio berharap di ulang tahun yang ke-6 ini, Semarang Runners bisa memenuhi tantangan generasi muda yang ada dengan mengemas olahraga lari menjadi olahraga yang dicintai oleh semua kalangan, juga memanfaatkan kanal digital guna penyebaran informasi, sehingga kedepannya semakin maju. (KPI/UIN WALISONGO/ Reporter: Yulina/1701026158/ Lintang Angguningtyas/1701026157/ Rohmatin Widayati/1701026154/ Ahdi Fauzul J./1701026143/ Editor: Anna Puji Lestari).

Berburu Barang Antik di Pasar “Klitikan” Semarang

SEMARANG – Pengunjung melihat berbagai macam koleksi barang antik di pasar Klitikan Kota Lama, Semarang. Pasar tersebut menjual berbagai barang antik dan selalu ramai oleh pengunjung (Foto: KPI/UIN Walisongo/ Ayu Novia Syifa Alifa/1701026149).
 

SEMARANG – Barang antik menjadi minat tersendiri bagi para pengunjung, khususnya para kolektor yang ikut meramaikan pasar Klitikan yang berada di tengah ramainya festival Kota Lama Semarang.

Terdapat puluhan kios yang menyajikan berbagai barang kuno mulai dari setrika arang, lonceng, piring lukis, televisi, telegram hingga uang koin kuno yang mempunyai nilai sejarah dan artistik. Semua barang kuno tersebut dijajakan dan  dikemas rapi oleh para pedagang.

Pasar Klitikan terletak di gedung Perusahaan Perdagangan Industri (PPI ) belakang gereja Blenduk Kota Lama. Biasanya, pasar tersebut ramai dikunjungi pukul  4 – 5  sore. Para Pengunjung pasar Klitikan semakin menambah meriahnya suasana festival Kota Lama yang tengah berlangsung. Pengunjung tidak hanya sekadar melihat atau berburu barang antik saja. Akan tetapi, pengunjung juga bisa berfoto  dengan spot 3 dimensi tokoh Presiden Joko Widodo.

“ Awalnya saya  hanya berkunjung dan menikmati berbagai macam kuliner yang ada di festival, lalu saya jalan-jalan dan melihat pasar ini dan saya teringat masa muda saya, “ ujar Supardi salah satu pengunjung pasar ini.

 Harga barang antik di pasar ini dibandrol mulai dari harga puluhan ribu, ratusan ribu, hingga puluhan juta rupiah tergantung seberapa tua, seberapa langka dan bagaimana kondisi, serta kualitas barang tersebut. Tidak sedikit para kolektor merogoh kocek dalam-dalam demi kegemarannya mengoleksi barang antik. Jika Anda merupakan penggemar dan kolektor barang antik, maka pasar ini menjadi salah satu tempat yang harus anda kunjungi. (KPI/UIN Walisongo/Reporter: Febi Nurun Nabila/1701026141/Fuadila Al Humaira/1701026144/Arum Aminatun Nasichah/1701026147/Ayu Novia Syifa Alifa/1701026149/ Editor: Anna Puji Lestari).

Pemprov Gelar Doa Bersama 40 Hari Mbah Moen

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua MUI Jateng K.H. Ahmad Daroji dan para ulama melantunkan doa dan tahlil peringatan 40 hari meninggalnya K.H. Maimoen Zubair dilaksanakan di gedung Gradhika Bhakti Praja, Jum’at (13/9) malam (Foto: KPI/UIN Walisongo/ Hamdan Ikhwan/1701026146).

SEMARANG – 40 hari sudah ulama besar K.H. Maimoen Zubair meninggal dunia. Tak hanya di kediamannya di Sarang, Rembang, peringatan 40 hari meninggalnya ulama karismatik itu juga digelar di tempat lain. Di Semarang juga diperingati 40 hari meninggalnya K.H. Maimoen Zubair Pemprov Jawa Tengah mengadakan pembacaan doa dan tahlil bersama para ulama dan santri di Gedung Gradhika Bakti Praja, kompleks perkantoran Pemprov Jateng, Jum’at (13/9) malam.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir dalam acara tersebut, didampingi putra K.H. Maimoen Zubair, Taj Yasin Maimoen yang juga merupakan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Ganjar dan jamaah khusyuk mendoakan ulama yang akrab dipanggil “Mbah Moen”. Dalam kegiatan tersebut Ganjar juga mengajak masyarakat untuk mendoakan Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie.

Menurut Ganjar, dua tokoh tersebut merupakan negarawan yang menjunjung tinggi nasionalisme, “Kita akan terus membawa semangat pelajaran apapun, tentang contoh teladan kebaikan dari dua tokoh itu. Bagaimana berbangsa, bernegara dan menjalin kerukunan yang selalu diajarkan Beliau,” tutupnya. Dalam acara tersebut, selain doa, hadirin juga menggelar salat gaib untuk B.J. Habibie. (KPI/UIN Walisongo /Reporter:Hamdan Ikhwan/1701026146/ Editor: Anna Puji Lestari).

UKM Musik Akan Gelar Konser Simfoni Ke-XV

SEMARANG – Salah satu band Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo angkatan 2018, Reswara melakukan geladi resik untuk acara Konser Simfoni ke-XV di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Selasa, (17/9). Acara tersebut dibuka untuk umum baik dari kalangan civitas akademika UIN Walisongo maupun masyarakat luar. (Foto: KPI/UIN Walisongo/Vina Ulkonita/1701026017).

SEMARANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo akan menggelar konser Simfoni ke-XV, di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa, (17/9), pukul 19.00 WIB.

Ketua umum UKM Musik, M. Nova Mirza M., mengungkapkan konser band merupakan salah satu persyaratan dari diresmikannya anggota baru, “Jadi setiap anak baru wajib mengikuti dua konser, konser paduan suara dan band, setelah itu baru diresmikan menjadi anggota,” ungkapnya.

“Lantera Semesta: Senandung Lepas dalam Binar Cakrawala” menjadi tagline konser Simfoni kali ini. Konsep tersebut diusung sebagai bentuk kepedulian UKM Musik terhadap alam, serta ajakan kepada para mahasiswa untuk lebih menjaga dan mencintai alam.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dari sisi dekorasi, konser Simfoni ke-XV lebih “hidup”, sebagaimana diungkapkan Arif Teguh, ketua panitia konser, “Kalau dulu kita masih pakai dekorasi dari bahan plastik, sekarang kita mencoba menggunakan yang riil, seperti pohon dan burung asli,” ujarnya.

Arif menambahkan, persiapan konser telah dilakukan selama dua bulan lamanya, mulai dari cara belajar memainkan alat musik, membuat lagu, hingga tiba saatnya siap untuk tampil. “Mereka sebelumnya gak bisa main alat musik sama sekali, latihan selama dua bulan ini dan InsyaAllah siap tampil,” tambahnya.

Konser yang memiliki tema besar alam tersebut akan dimeriahkan oleh band angkatan Reswara. Mereka merupakan calon anggota yang telah mendaftarkan diri pada tahun 2018. Terdapat 37 anggota yang dibagi menjadi tujuh band. Ketujuh band tersebut akan menampilkan karya cipta mereka sendiri, “Jadi konsep lagu yang mereka ciptain memang harus berhubungan dengan alam dan positif,” imbuh Arif.

Pada acara tersebut, juga akan ada penyerahan sertifikat dan album kompilasi dari ketujuh band yang tampil secara simbolik atas diresmikannya Reswara sebagai kru UKM Musik. Tidak hanya untuk kalangan civitas akademika UIN Walisongo, konser tersebut juga terbuka untuk umum. Open gate akan dilaksanakan pukul 19.00 WIB dan tersedia tiket on the spot seharga Rp 15.000. (KPI/UIN Walisongo/Reporter: Vina Ulkonita/1701026017/Nur Ainun Latifah/1701026027/ Editor: Anna Puji Lestari).

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai