Semarang Memanas di Musim Pancaroba

SEMARANG – Tanah di salah satu area kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) Semarang semakin mengering diakibatkan musim pancaroba. Tanah tersebut juga dipenuhi sampah plastik dan menjadi semakin tandus dan gersang disebabkan panas yang kian ekstrem akibat pemanasan global dan warga yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Musim pancaroba yang terjadi saat ini antara musim kemarau dan musim penghujan, biasa terjadi pada bulan Oktober hingga Desember, disebut mangsa labuh. (FOTO: Miftahul Rizqi/1601026090).

Jumat, 01 November 2019 – 02: 55 WIB.

SEMARANG – Kondisi cuaca dengan curah hujan sedikit menimbulkan hawa panas. Akibatnya, banyak tanah mengalami kekeringan sehingga dengan terpaksa beberapa kegiatan ekonomi diberhentikan sementara, seperti yang terjadi di Kecamatan Mijen.

Di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, tepatnya di daerah Bukit Semarang Baru (BSB) juga mengalami kekeringan tanah yang berlangsung lebih dari satu minggu.

Kawasan ini kini tampak sangat gersang dengan suhu udara panas yang ekstrem, ditambah lagi, minimnya tanaman hijau semakin memperburuk kondisi area ini.

Baca Juga: Kemarau Panjang Menyebabkan Persawahan Kering

Baca Juga: Menjaga TBRS Sebagai Taman Kota

Baca Juga: Bahaya! Sampah di Tempat Wisata Meresahkan Wisatawan, Sebabkan Polusi Udara. Begini Ceritanya…

Hardi Lesmana (42), seorang mandor bangunan di kawasan tersebut menjelaskan, sudah hampir lima hari pekerjaan di proyek dihentikan dikarenakan cuaca yang kian hari kian panas. “Karena cuacanya kian hari kian panas banget, jadi saya sengaja liburkan dulu sampai musim hujan tiba, dikhawatirkan nanti banyak kuli yang kena dehidrasi parah,” ujar Hardi Lesmana.

Di Area tersebut, rencananya akan dibangun perumahan dan kios untuk dijual sebagai tambahan bangunan properti yang akan ditawarkan kepada investor.

Hardi berharap kondisi cuaca panas tidak semakin parah dan mengakibatkan banyak pekerjaan tertunda. (KPI/UIN/ Walisongo/Reporter: Miftakhul Rizqi/ 1601026090/ Fariha Hudiya Firdaus/ 1601026091/ Eva Fauziah/ 1601026106/ Zumaroh Tur Riskiya/ 1601026124/ Editor: Anna Puji Lestari).

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai