
Pantang Menyerah
SEMARANG – Beberapa peserta cabang olahraga (cabor) bulu tangkis sedang melakukan latihan di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Walisongo Semarang, Selasa (10/9). Mereka semangat melakukan pelatihan guna menyambut Pekan Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (ORSENIK) yang semakin dekat. (Foto: Tim Reporter Olahraga).
SEMARANG – Persiapan menghadapi Pekan Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan atau biasa dikenal dengan ORSENIK, sudah dimulai sejak Senin (2/9) lalu di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. ORSENIK merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiwa (DEMA) UIN Walisongo untuk melihat bakat dan kreatifitas mahasiswa baru.
Vita Butsainati Nabila, mahasiswa baru jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) memilih mengikuti cabang olahraga bulu tangkis. Bukan tanpa alasan, menurutnya bulutangkis merupakan hobi yang menyenangkan, Ia sudah belajar dan berlatih sejak kecil. Menurut Vita, ORSENIK merupakan ajang penyaluran hobi dan bakat mahasiswa baru, sehingga acara ini sangat penting untuk diadakan.
Selama masa pelatihan, Vita harus melakukan latihan intensif yang dilakukan di dua tempat, yaitu Gedung Serba Guna (GSG) dan Gor Jerakah. Tak jarang ia menemui kendala saat latihan, seperti mengalami cedera dan terjatuh. Selain itu, kendala terbesar justru datang dari teman-temannya, “Teman-teman yang lain jarang ikut latihan, jadinya bikin repot kakak pelatih”, ungkapnya.
Persiapan ORSENIK juga dilakukan oleh panitia atau penanggung jawab perlombaan. Menurut salah satu panitia cabang olahraga (cabor) bulutangkis, persiapan sejauh ini sudah mencapai 60%. Pelaksanaan lomba cabor bulu tangkis ini akan diadakan di GSG. Adapun kendala yang sering terjadi setiap tahunnya, berasal dari tim rewo-rewo atau suporter yang dibawa setiap fakultas. Tim rewo-rewo selalu membawa bendera dan atribut pendukung lainnya, justru menimbulkan gangguan bagi para pemain. Kibaran bendera dari setiap tim atau fakultas menimbulkan adanya angin yang cukup kencang, sehingga peserta lomba bulu tangkis kesulitan mengatur arah kok atau bola bulu tangkis.
Selain itu, saat perlombaan berlangsung, banyaknya suporter membuat wasit dan hakim garis tidak kebagian tempat duduk. Pasalnya, kursi yang disediakan panitia pusat terbatas. Perlombaan cabor bulutangkis akan dilaksanakan pada tanggal 19 September mendatang. (KPI/UIN Walisongo/ Reporter: Yulina/1701026158/ Rohmatin Widayati/1701026154/Lintang Angguningtyas/1701026157/Ahdi Fauzul J/1701026146/ Editor: Anna Puji Lestari).